Memuliakan profesi yang mulia (guru) adalah kemuliaan dan hanya orang-orang mulia yang tahu bagaimana memuliakan dan menghargai kemuliaan. Sayyidina Ali RA bahkan pernah menyampaikan, ”Saya menjadi hamba (menghormati dan memuliakan) bagi orang yang mengajarkan kepada saya meskipun hanya satu huruf.” Bertanggung jawab terhadap pembentukan masa depan menunjukkan bahwa guru berbeda dengan profesi lain. Sebab, pendidikan adalah proses yang tidak bisa dibalik (irreversible process). Dampaknya yang masif pada masa mendatang mengharuskan profesionalitas guru untuk dijaga, terus ditingkatkan dengan hati-hati. Guru juga mesti waspada, tidak boleh terjebak hanya karena pertimbangan kepentingan praktis sesaat.
Guru Sebagai Cermin
Banyak hal yang diajarkan kepada anak didik akan lebih sempurna bila disertai contoh perbuatan dan perilaku yang baik. Sehingga apa yang dilakukan guru dapat menjadi teladan dan menjadi cermin bagi murid-muridnya. M. Furqon Hidayatullah (2009) mengatakan, ada lima teladan yang dapat dijadikan cermin yang secara filosofi memiliki makna sebagai berikut:
# Makna 1 : Tempat yang Tepat untuk Introspeksi
Jika becermin, kita akan melihat potret diri kita sesuai dengan keadaan yang ada. Sebagai guru, kita harus siap menjadi tempat mawas diri, koreksi diri, atau introspeksi. Untuk itu, kita harus siap menjadi curahan.
# Makna 2 : Menerima dan Menampakkan Apa Adanya
Cermin memiliki karakteristik bersedia menerima dan memperlihatkan apa adanya. Untuk itu, sebuah pribadi harus memiliki sifat jujur, sederhana, objektif, jernih, dan lain-lain.
#Makna 3 : Menerima Kapan pun dan dalam Keadaan Apa pun
Cermin memiliki karakter. Artinya, guru harus bersedia menerima kapan pun dan dalam keadaan apa pun. Artinya, guru mesti memiliki sifat-sifat sepeti pengabdian, setia, sabar, dan lain-lain.
# Makna 4 : Tidak Pilih Kasih/Tidak Diskriminatif
Cermin memiliki sifat tidak pernah pilih-pilih. Siapa saja yang mau bercermin pasti diterima. Artinya, tidak membeda-bedakan atau tidak diskriminatif. Karena itu, guru harus memiliki jiwa mendidik kepada siapa pun tanpa pandang bulu, semua anak, apa pun kondisinya harus dididik tanpa kecuali. Bahkan, kita tidak dibenarkan memisah-misahkan atau memilih-milih kondisi siswa (exclusive), tetapi harus inklusif (inclusive) dalam mendidik.
#Makna 5 : Pandai Menyimpan Rahasia
Cermin tidak pernah memperlihatkan siapa yang telah becermin kepadanya, tak peduli kondisi yang becermin itu baik maupun buruk. Artinya, cermin memiliki sifat pandai menyimpan rahasia. Sebagai guru yang pandai menyimpan rahasia, ia juga memiliki sifat sifat ukhuwah atau persaudaraan, peduli, kebersamaan, tidak menjatuhkan, tidak mempermalukan orang lain, mengorangkan, dan lain-lain.
Demikian 5 makna filosofi tentang keteladanan guru, semoga bermanfaat.
Sumber : Joko Wahyono, www.blogartikelpendidikan,com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar